Kamis, 12 Juli 2012

triangle

ini tentang perjalanan yang berakhir. tentang bagaimana aku melewati lika-liku jalan itu, yang berbelok-belok, penuh kerikil, penuh tembok penghalang, dan akhirnya aku tau aku tidak ditakdirkan untuk meneruskan jalan itu.

mereka bilang, jangan lanjutkan berjalan. ketika mereka tau alas kaki yang kugunakan untuk berjalan tidak lagi kuat bertahan. tapi aku masih berjalan. seperti terhipnotis dengan kata-kata yang menggoda, "diujung jalan ini ada surga".

dan aku terus berjalan. sampai kemudian terhalang oleh seseorang yang sempat menyadarkanku dari kehipnotisan. seseorang yang menyadarkanku bahwa semakin lama kau berjalan di jalan itu, hanya luka dan luka yang akan kau dapat.

aku tau itu, sebenarnya. aku tidak sepenuhnya terhipnotis. aku tau aku sebaiknya tidak meneruskan berjalan. tapi entah, aku sangat ingin meneruskannya. dengan beranggapan kata-kata orang itu tidak seharusnya dipercaya.

aku tau, walaupun sebenarnya diujung jalan itu tidak ada surga. setidaknya aku yang akan membuat surga itu, dengan caraku sendiri. dengan dirinya yang aku harapkan. dengan cintanya yang aku inginkan.

dan sampai semua berakhir. cinta yang aku harapkan berbalik menjauh dari jalan itu. aku tersesat. sendirian. tak tahu arah, karena hanya cinta itulah penunjuk jalanku. aku ikut berbalik, tapi cinta itu sangat cepat berjalan. aku tidak bisa mengikutinya, ia terlalu berbeda kali ini. mungkin sudah tidak mau mengenalku lagi. mungkin juga dia lelah menjadi penunjuk jalan untukku.

dan sekarang aku sendiri. tersadar sepenuhnya dari hipnotis hitam. ya, hitam karena kini aku tau dia ada di pihak yang jahat. haha, bodoh. aku begitu percaya dengan penunjuk jalan hitam itu. aku terlalu ingin membuat surga bersama cinta itu. dan aku terlalu bersikeras bahwa cinta itu juga memiliki keinginan yang sama denganku.

pahit? pastinya.

dan seseorang itu kembali menyadarkanku lagi. dan kini aku mulai mempercayainya. dia membawaku kembali dan berbalik arah, meyakinkanku untuk tidak meneruskan menelusuri jalan itu. dia sangat memikat, saat menggendongku ketika dia tau kakiku penuh luka berat dan dia tau aku sangat memaksa untuk berjalan. tapi entah, aku merasa aku tak boleh begitu percaya dengan cintanya. ia hanya menolong, mencoba bersikap baik. tidak lebih. dan ia memang selalu begitu dengan semua orang yang tersesat di jalan, tidak hanya kepadaku.

dan kini aku takut. aku takut kembali terhipnotis dengan cintanya. aku takut aku kembali keliru dan menganggap bahwa cintanya benar-benar menjadi penunjuk jalan untukku. dan sementara, aku masih memiliki harapan cinta hitam yang telah meninggalkanku waktu itu berbalik lagi dan kembali menjadi putih.

orang itu sungguh baik, dan hangat. kehangatannya membuatku merasa hidup kembali. rasa letih karena berjalan terlalu jauh sambil menahan rasa sakit mulai menghilang karena dia.

dan aku mulai berpikir, kemana orang ini akan membawaku pergi? apa ia akan membawaku ke jalan lain dengan janji bahwa di ujungnya aku bisa bertemu surga, atau ia akan menurunkanku di tengah jalan dan pergi untuk menolong orang yang tersesat lainnya?

yah, bahkan aku takut ketika aku mulai memikirkan ini semua.

Tidak ada komentar: