Senin, 21 November 2011

worth it, they are

hey, there. lama kita tak bersua.
banyak hal yang ku alami sekarang ini yang kalau dipikirkan rasanya mustahil aku mendapatkannya.
tapi, ya itulah rahasia Tuhan yang selama ini apik sekali ditutupi-Nya.

hari ini 2 hari pasca ulang tahunku yang ke-18.
aku telah dewasa. dalam segi umur. ya, dalam segi umur.

terlalu banyak sifat yang masih harus kuperbaiki.
ia berkata, aku hanya dewasa dalam umur.
tidak dalam pikiran. tidak dalam perbuatan. tidak dalam pengambilan keputusan.

entahlah. aku sendiri tak mengerti apa arti dewasa menurutnya.
yang jelas, aku sudah mencoba segala hal agar bisa menaikkan predikatku sebagai orang yang dewasa di matanya.
selama 2 tahun. dan dia hanya mengakuinya dengan kata-kata "sedikit lebih dewasa".

jangan pikirkan tentang itu. aku bosan.

mengenai kejutan di hari ulang tahunku kali ini, aku sangat sangat berterima kasih.
mereka rela mempersiapkan segalanya untukku.
mereka ikhlas datang membawa kebahagiaan.
membawa hal yang pantas aku kenang suatu hari nanti.

aku bahagia bersama mereka.
aku bahagia memiliki mereka.
dan bodohnya aku, aku baru menyadari itu sekarang.

tapi, ya sudahlah. yang jelas kini aku mengerti betapa pentingnya mereka dalam hidupku.
terima kasih. terima kasih. terima kasih.

terakhir yang ingin aku bagikan kepada kalian semua.
sebuah hal yang sangat berharga.
aku menyebutnya hadiah terindah yang pernah aku dapatkan selama ulang tahunku.

hadiah itu adalah mereka. dan hasil karya mereka.


proud of you, guys <3

it's a miracle when i meet them :)

left to right: Faiz, Oval, Johan, Raja, DImas, Sheiya, Laddy, Novi, and me 


and this is our creation, from LA Lights Indie Movie 2011 :)


inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.
dan terima kasih, Tuhan. 
atas semua ini.
atas semua ketidaksangkaan ini.
terima kasih, atas hadiah terindah ini :)


regards, Icha


Kamis, 14 Juli 2011

science 3 ♥

Untuk kenangan yang tak akan terlupakan.
Untuk kesedihan yang menyenangkan.
Untuk kesenangan yang mengharukan.
Untuk canda yang hadir, tawa yang menghiasi, dan tangis yang mewarnai.


Satu tahun kita bersama. Melewati semua tahap demi tahap menuju kedewasaan.
Keluh dan kesah selalu kita akhiri dengan tawa.
Setiap hari selalu ada yang baru dalam setiap hidup kita.
Ketika kita merasa jenuh akan sesuatu, pemikiran cemerlang kitalah yang menyingkirkan kejenuhan itu.


Tak akan aku lupakan tawa ini.
Tak akan aku lupakan keharuan ini.
Tak akan aku lupakan kalian yang telah mau hadir disini, dalam ingatanku.
Semoga kenangan ini selalu ada, dan mampu menuntun kita menjadi orang-orang yang berhasil. Terima kasih untuk kalian, yang terbaik, XII ipa 3 :)


Kamis, 21 April 2011

dewasa

"Bu, aku ingin menjadi orang dewasa."

Sore hari memancarkan langit senjanya. Nayla, berdua dengan Ibunya, sedang memandangi langit senja serta menghirup udara sore hari. Mereka duduk di ayunan teras rumah. Nayla menyandarkan kepalanya ke samping Ibu, dan Ibu menyambut dengan membelai rambut anak perempuannya itu dengan penuh kasih sayang.

"Kenapa sayang? Apa kamu merasa tidak puas dengan dirimu yang sekarang?" Ibu bertanya. Nayla menganggukkan kepalanya, "di sekolah, aku sering diledek teman-teman karena suaraku yang cempreng. Apalagi badanku ini sangat kecil bila dibandingkan dengan teman-teman. Mereka sering mengataiku anak kecil dan tidak pantas menjadi dewasa. Mereka bilang aku tidak pantas berteman dengan mereka karena mereka adalah orang dewasa sementara aku dibilang masih kecil. Apa yang harus aku lakukan agar bisa dibilang orang dewasa, Bu? Apa aku harus meminjam tubuh orang lain yang lebih besar? Apa aku harus menukar pita suaraku dengan orang lain agar suaraku tak terdengar cempreng?" Tutur Nayla. Air mata mulai terlihat membasahi pipinya.

Ibu tersenyum. Ia masih membelai rambut anak kesayangannya itu. Ibu mulai berkata, "sayang, kau tak perlu mengganti tubuhmu dengan tubuh orang lain agar terlihat dewasa. Kau tahu? Dewasa dimulai dari hatimu."

"Maksud Ibu?" Tanya Nayla tak mengerti.

"Nay sayang, Ibu mau tanya. Di mata Nay, dewasa itu seperti apa?" Tanya Ibu sambil tersenyum.

"Menurutku, dewasa itu seperti Ibu. Bertubuh besar, suaranya lembut, tidak cengeng seperti aku." Kata Nayla.
Ibu mengangkat kepala anaknya dan dihadapkan ke mukanya. "Kalau kamu berpikiran seperti itu, kamu tak akan bisa menjadi dewasa sayang." Nayla mengangkat satu alisnya dan bertanya,"lalu, dewasa itu apa Bu?"
"Dewasa itu adalah disaat kamu mengerti tentang kehidupan. Ketika kamu dihadapkan dalam suatu masalah yang rumit, kamu tidak akan mengambil jalan yang akan berakibat buruk untukmu. Kamu akan berfikir sebelum memutuskan sesuatu. Karena itu, orang dewasa harus tahu mana yang baik atau buruk bagi dirinya dan orang lain. Selain itu, orang dewasa pun harus sabar dalam menghadapi masalah, karena semakin dewasa kita, akan semakin banyak masalah yang datang kepada kita. Karena itu kesabaran itu sangat penting kita punya sebagai orang dewasa."

Nayla manggut-manggut. "Karena itu Ibu tak pernah balik marah kalau Ayah sedang marah-marah dirumah?"

Ibu mengangguk."Kesabaran itu sangat penting, sayang. Karena kalau tidak, hidup kita akan kacau dan masalah tak akan pernah selesai."

"Tapi apa Ibu harus terus bersabar menghadapi Ayah yang marah-marah?" Tanya Nayla. Ibu tersenyum. Ia mengambil teh yang ada di meja taman dan menghirupnya. Kemudian ia melanjutkan,"tentu tidak, sayang. Ibu tahu kalau itu adalah sifat buruk Ayah yang harus dihilangkan. Tapi sebagai orang dewasa, Ibu tidak mau menyadarkan Ayah dengan berterus terang."

"Lalu apa yang Ibu lakukan?"

"Ibu akan mencari waktu yang tepat untuk menyadarkan Ayah, seperti di saat Ayah sedang santai dan tidak terlihat stress. Disaat itu Ibu akan menyeduh teh untuk Ayah dan berkata baik-baik kalau Ayah punya sifat buruk yang harus dihilangkan." 

"Oh, karena itu sekarang Ayah jarang marah-marah lagi ya?"

"Iya sayang. Ayah juga kan orang dewasa, yang dengan senang menerima kritikan orang lain dan menjadikan kritikan itu sebagai motivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik." Ibu kembali tersenyum dan membelai rambut Nayla.

Nayla tersenyum dan manggut-manggut. "Aku mengerti sekarang. Jadi kalau aku ingin menjadi orang dewasa, aku harus lebih bersabar, menerima kritikan orang lain dengan senang, serta lebih menghargai hidup. Ya kan Bu?"

Ibu memencet hidung Nayla dan berkata,"Anak Ibu pintar sekali!"

Nayla berteriak kesakitan dan memegang hidungnya yang bersemu merah. "Ibu jahat. Nay balas, lho!"

Sore itu diakhiri dengan kejar-kejaran antara Nayla dan Ibu di taman depan rumahnya. Hari ini, Nayla dapat pengetahuan dan pelajaran baru. Tentang bagaimana menjadi orang yang lebih baik untuk orang lain, tentang bagaimana menjadi orang "dewasa".

Jumat, 15 April 2011

22

Telah lama kita. Saling menemani, saling menjaga, saling menyayangi. Pohon ini akan terus tumbuh seiring dengan waktu. 23, 24, 25 dan seterusnya angka-angka ini akan menghiasi hidup kita. Masalah? Pasti lebih banyak dan lebih rumit. Namun, keyakinan ini akan terus aku jaga sampai akhir hidup. Keyakinan akan cinta.



Love, 15 Juni

Kamis, 07 April 2011

this is not a fairytale!

setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan untuk hidupnya. Bagaimana cara mendapat kebahagiaan itulah yang selama ini sangat dicari-cari oleh para manusia itu.
Begitupun wanita, yang hidupnya selalu dipenuhi harapan dan permintaan akan hadirnya seoranh lelaki yang tampan, penuh perhatian, dan sangat menyayanginya.
Ketika wanita menangis, lelaki itu datang dan mengusap air matanya secara halus.
Ketika wanita itu senang, hadir lelaki itu yang ikut senang bersamanya.
Ketika wanita itu kecewa, lelaki itu menghampirinya sambil membawa eskrim kesukaannya agar ia melupakab kekecewaannya.

Ya, seperti di cerita dongeng. Pangeran berkuda dan putri salju yang berbahagia.

Sabtu, 19 Februari 2011

forgive me?

ya, aku salah. karena itu aku menangis. menyesali hal bodoh yang telah aku lakukan. seperti akulah ranjau hidupmu. seperti akulah angin yang memadamkan api impianmu. tapi sungguh, aku tak bermaksud untuk itu. aku hanya ingin mencari kebebasan. sedikit. sebentar. bersamamu. aku tak bermaksud membawamu ke dalam lubang hitam itu. aku hanya ingin merasakan terbang bersamamu. sungguh, aku tak menyangka bahwa itu jahat. aku tak menyadari adanya bualan dalam bisikan itu. aku hanya ingin.... ah, percuma. hanya sesal dan sesal. aku takut melihat ke arahmu. aku takut aku akan melihat mata yang penuh dengan kebencian.

miracle

jika mungkin aku dapat meraih bintang, aku akan pergi lebih jauh untuk dapat meraih matahari.
jika mungkin aku dapat menciptakan mesin, aku akan melangkah lebih jauh untuk menciptakan robot.

mudah?
tentu tidak.
sulit?
tidak juga.
lalu?

hanya sebuah keberuntungan, bung.

dan doa.
kenapa harus doa?
karena doa adalah tangga menuju matahari.

ah, tidak mungkin.
ketidakpercayaan itulah yang akan membuat kau kehilangan tangga itu, karena ia tak mau dinaiki oleh orang yang tidak percaya keajaiban.

Sabtu, 05 Februari 2011

mustahil

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil membaca buku.
tapi bisa saja kita akan membaca buku bertebal 1 meter.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil makan.
tapi bisa saja kita akan memakan manusia lain.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil menonton TV.
tapi bisa saja kita akan menonton sampai mata kita terbelalak keluar.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil memainkan handphone.
tapi bisa saja kita akan memainkan handphone yang terakhir di muka bumi.

oh, ayolah. apa yang bisa membuat menunggu itu menjadi sesuatu yang indah?



Jumat, 04 Februari 2011

masa depan, oh masa depan

kata orang, kita hidup seperti menyetir.
tetap melihat ke depan, dan hanya sesekali saja kita boleh melirik kaca spion untuk melihat ke belakang.
karena bagaimanapun, masa lalu hanya untuk dikenang. bukan untuk diulang.

sekarang tak ada lagi namanya mundur.
sekarang yang ada hanya maju dan terus maju.
melawan waktu, melawan keadaan.
jika mungkin, apapun cara akan dilakukan.
yang penting kita telah memegang satu kata yang bersimbol "kepercayaan".

ya, hanya satu kata.
tapi itu cukup untuk merubah masa depan.
akankah suram? atau malah terang?
tergantung manusia? atau malah uang?

keinginan mengubah keadaan pasti ada di setiap hati manusia.
tapi bagaimana cara kita menjalani hiduplah yang menentukan.
hanya kejujuran yang dapat menyelamatkan.
serta menghindar dari kecurangan.
kecurangan untuk merebut sebuah kata itu.

LULUS

Rabu, 02 Februari 2011

tinta

aku mulai merasakan apa itu hidup sejak kau hadir
pahit, manis, indah, ataupun buruk
kadang pelangi dan awan mendung muncul bersamaan
mengurungku di dalam sebuah kedilemaan

saat aku merasa agak bosan
kau mengejutkanku dengan memberiku mobil-mobilan baru
saat kau merasa bosan pun
aku akan datang dengan beribu balon untukmu

apa itu berarti kita adalah satu?
aku tak yakin

apa itu berarti aku adalah kau, dan kau adalah aku?
itu juga aku tidak bisa yakin

tapi, membiarkan ini berlalu pun
sudah menjadi suatu kebiasaan untukku
jika kau datang, aku senang
jika tidak, ya sudah
toh itu biasa

tapi, bagaimana denganmu?
apa kau punya pikiran yang sama?

Jumat, 14 Januari 2011

jika

beberapa hari yang lalu, aku bahagia.
tapi sekarang, semua itu hilang.
yang tinggal hanya kata "jika" ...