Hi, dear. A lot of extreme stories that i must tell to you. Oke, mulai dari mana kita?
Pahlawan yang aku ceritakan sebelumnya? Haha, ternyata memang dia menolongku tanpa maksud. Dan tahu apa yang sekarang aku rasakan? Dia menjauh. Entah karena apa. Aku merasa tidak melakukan hal yang buruk kepadanya. Aku pun tak pernah memaksa ketika dia ingin menolongku waktu itu dari "si cinta hitam". Tapi, ya begitulah kini. Tak seperti dulu. Entah hanya aku yang merasakannya atau dia juga merasakan hal itu. Sengaja atau tidak, itu sangat menggangguku.
Kini? Sendirilah aku. Terbiasa kok. Banyak yang bisa menolongku dari kesendirian. Tak sepenuhnya sendiri, maksudku. Sangat berterimakasih kepada teman-teman tercantik, tertampan, dan terabsurd yang pernah aku kenal. Ketika aku bersama mereka, it feels so warm. Canda, tawa, bahagia hanya yang aku rasa. Ya, karena mereka.
Masa lalu memang tak mudah dilepaskan, aku tahu. Kalimat klise (lagi-lagi klise) yang selalu membuntuti. Dan ketika masa lalu itu benar-benar menjadi sangat menggangguku, disaat bersama mereka yang absurd itu, aku menjadi seorang yang sangat lemah. Tak mau sebenarnya, sangat tidak ingin menjadi lemah dihadapan mereka. Juga tak ingin mencari simpati mereka atau menghadirkan kekhawatiran mereka. Tapi, mau bagaimana? It already happened. In front of them.
Entah itu bagus atau tidak, yang jelas pada saat itu aku jadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak boleh aku lupakan seumur hidup. Ketika aku lemah karena masa lalu, mereka berkata "Hey, Happy as long as you with us!"
Ya, kalimat itu yang membuatku bahagia :)
Dan sekarang aku mengerti. Kebahagiaan bukan hanya kepada satu orang atau satu subjek yang kamu anggap paling penting. Ketika kamu menganggap semua orang yang ada disekelilingmu adalah yang terpenting, maka kamu akan mendapat kebahagiaan yang tak terhingga.





