Sabtu, 19 Februari 2011

forgive me?

ya, aku salah. karena itu aku menangis. menyesali hal bodoh yang telah aku lakukan. seperti akulah ranjau hidupmu. seperti akulah angin yang memadamkan api impianmu. tapi sungguh, aku tak bermaksud untuk itu. aku hanya ingin mencari kebebasan. sedikit. sebentar. bersamamu. aku tak bermaksud membawamu ke dalam lubang hitam itu. aku hanya ingin merasakan terbang bersamamu. sungguh, aku tak menyangka bahwa itu jahat. aku tak menyadari adanya bualan dalam bisikan itu. aku hanya ingin.... ah, percuma. hanya sesal dan sesal. aku takut melihat ke arahmu. aku takut aku akan melihat mata yang penuh dengan kebencian.

miracle

jika mungkin aku dapat meraih bintang, aku akan pergi lebih jauh untuk dapat meraih matahari.
jika mungkin aku dapat menciptakan mesin, aku akan melangkah lebih jauh untuk menciptakan robot.

mudah?
tentu tidak.
sulit?
tidak juga.
lalu?

hanya sebuah keberuntungan, bung.

dan doa.
kenapa harus doa?
karena doa adalah tangga menuju matahari.

ah, tidak mungkin.
ketidakpercayaan itulah yang akan membuat kau kehilangan tangga itu, karena ia tak mau dinaiki oleh orang yang tidak percaya keajaiban.

Sabtu, 05 Februari 2011

mustahil

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil membaca buku.
tapi bisa saja kita akan membaca buku bertebal 1 meter.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil makan.
tapi bisa saja kita akan memakan manusia lain.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil menonton TV.
tapi bisa saja kita akan menonton sampai mata kita terbelalak keluar.

mungkin saja kita bisa melakukannya sambil memainkan handphone.
tapi bisa saja kita akan memainkan handphone yang terakhir di muka bumi.

oh, ayolah. apa yang bisa membuat menunggu itu menjadi sesuatu yang indah?



Jumat, 04 Februari 2011

masa depan, oh masa depan

kata orang, kita hidup seperti menyetir.
tetap melihat ke depan, dan hanya sesekali saja kita boleh melirik kaca spion untuk melihat ke belakang.
karena bagaimanapun, masa lalu hanya untuk dikenang. bukan untuk diulang.

sekarang tak ada lagi namanya mundur.
sekarang yang ada hanya maju dan terus maju.
melawan waktu, melawan keadaan.
jika mungkin, apapun cara akan dilakukan.
yang penting kita telah memegang satu kata yang bersimbol "kepercayaan".

ya, hanya satu kata.
tapi itu cukup untuk merubah masa depan.
akankah suram? atau malah terang?
tergantung manusia? atau malah uang?

keinginan mengubah keadaan pasti ada di setiap hati manusia.
tapi bagaimana cara kita menjalani hiduplah yang menentukan.
hanya kejujuran yang dapat menyelamatkan.
serta menghindar dari kecurangan.
kecurangan untuk merebut sebuah kata itu.

LULUS

Rabu, 02 Februari 2011

tinta

aku mulai merasakan apa itu hidup sejak kau hadir
pahit, manis, indah, ataupun buruk
kadang pelangi dan awan mendung muncul bersamaan
mengurungku di dalam sebuah kedilemaan

saat aku merasa agak bosan
kau mengejutkanku dengan memberiku mobil-mobilan baru
saat kau merasa bosan pun
aku akan datang dengan beribu balon untukmu

apa itu berarti kita adalah satu?
aku tak yakin

apa itu berarti aku adalah kau, dan kau adalah aku?
itu juga aku tidak bisa yakin

tapi, membiarkan ini berlalu pun
sudah menjadi suatu kebiasaan untukku
jika kau datang, aku senang
jika tidak, ya sudah
toh itu biasa

tapi, bagaimana denganmu?
apa kau punya pikiran yang sama?