=====================
Surat cintanya anak IPA
=====================
Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayanganmu jauh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan Avogadro...
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbanding oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita....
=====================
Surat cintanya anak IPS
=====================
Dengan hormat,
Hal : Penawaran
Kesepakatan
Saya sangat gembira memberitahukan anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 11 Juni 2009.
Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 13 Juni lalu pukul 21.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif.
Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen.
Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training intensif dan berkelanjutan. dan kemudian, setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.
Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shopping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran total.
Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan nantinya.
Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat. Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan, sepupu bahkan teman dekat Anda, apabila Anda menolak penawaran ini.
Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya,
Bakal calon pasanganmu
Selasa, 13 Juli 2010
GILA
kita mendistorsi ruang normal dan ridak normal dengan cara yang gila.
kita merasa normal dengan pulang pergi ke diskotik mabuk-mabukan, sementara kita menyebut mereka yang tak pernah menikmati remang lampu disko sebagai orang aneh.
kita merasa normal jika dalam sebuah film ada adegan porno dan telanjang, sementara fil-film yang "bersih" kita anggap tak bermutu.
kita merasa normal dengan belajar mabuk, sementara orang yang tak pernah mabuk kita sebut "aneh".
kita merasa normal jika harus berbohong untuk bisa mengungkapkan kebenaran.
kita merasa normal dengan hanya tidak telanjang dan kumal di jalan, sementara kita telanjang dan kumal di hadapan Tuhan.
kita terus merasa normal, padahal tidak tahu hakikat kenormalan dan ketidaknormalan itu.
kita merasa normal, padahal kita mabuk.
kita merasa normal, padahal kita telanjang.
kita merasa normal, padahal kita pembunuh.
kita merasa norma, padahal kita berkhianat.
kita merasa normal, padahal kita korupsi.
kita merasa normal dengan mengerahkan segala potensi resistensi kita dan menertawakan orang-orang gila di RSJ, padahal sesungguhnya kitalah yang gila dan layak untuk ditertawakan.
kita merasa normal, padahala tidak. kita merasa normal, padahal kita mencuri. kita merasa normal, padahal kita tidak bermoral. kita merasa normal dengan segala tingkah skizofrerik yang kita lakukan. kita hidup tanpa jiwa dan kesadaran yang utuh, jiwa dan kesadaran kita selalu terbelah memilah-milah yang kita senangi saja, itulah sebabnya mengapa kita layak disebut GILA.
kita merasa normal dengan pulang pergi ke diskotik mabuk-mabukan, sementara kita menyebut mereka yang tak pernah menikmati remang lampu disko sebagai orang aneh.
kita merasa normal jika dalam sebuah film ada adegan porno dan telanjang, sementara fil-film yang "bersih" kita anggap tak bermutu.
kita merasa normal dengan belajar mabuk, sementara orang yang tak pernah mabuk kita sebut "aneh".
kita merasa normal jika harus berbohong untuk bisa mengungkapkan kebenaran.
kita merasa normal dengan hanya tidak telanjang dan kumal di jalan, sementara kita telanjang dan kumal di hadapan Tuhan.
kita terus merasa normal, padahal tidak tahu hakikat kenormalan dan ketidaknormalan itu.
kita merasa normal, padahal kita mabuk.
kita merasa normal, padahal kita telanjang.
kita merasa normal, padahal kita pembunuh.
kita merasa norma, padahal kita berkhianat.
kita merasa normal, padahal kita korupsi.
kita merasa normal dengan mengerahkan segala potensi resistensi kita dan menertawakan orang-orang gila di RSJ, padahal sesungguhnya kitalah yang gila dan layak untuk ditertawakan.
kita merasa normal, padahala tidak. kita merasa normal, padahal kita mencuri. kita merasa normal, padahal kita tidak bermoral. kita merasa normal dengan segala tingkah skizofrerik yang kita lakukan. kita hidup tanpa jiwa dan kesadaran yang utuh, jiwa dan kesadaran kita selalu terbelah memilah-milah yang kita senangi saja, itulah sebabnya mengapa kita layak disebut GILA.
NB: kutipan paragraf salah satu dari empat novel terlaris "trilogi Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata
Langganan:
Komentar (Atom)