Kamis, 21 April 2011

dewasa

"Bu, aku ingin menjadi orang dewasa."

Sore hari memancarkan langit senjanya. Nayla, berdua dengan Ibunya, sedang memandangi langit senja serta menghirup udara sore hari. Mereka duduk di ayunan teras rumah. Nayla menyandarkan kepalanya ke samping Ibu, dan Ibu menyambut dengan membelai rambut anak perempuannya itu dengan penuh kasih sayang.

"Kenapa sayang? Apa kamu merasa tidak puas dengan dirimu yang sekarang?" Ibu bertanya. Nayla menganggukkan kepalanya, "di sekolah, aku sering diledek teman-teman karena suaraku yang cempreng. Apalagi badanku ini sangat kecil bila dibandingkan dengan teman-teman. Mereka sering mengataiku anak kecil dan tidak pantas menjadi dewasa. Mereka bilang aku tidak pantas berteman dengan mereka karena mereka adalah orang dewasa sementara aku dibilang masih kecil. Apa yang harus aku lakukan agar bisa dibilang orang dewasa, Bu? Apa aku harus meminjam tubuh orang lain yang lebih besar? Apa aku harus menukar pita suaraku dengan orang lain agar suaraku tak terdengar cempreng?" Tutur Nayla. Air mata mulai terlihat membasahi pipinya.

Ibu tersenyum. Ia masih membelai rambut anak kesayangannya itu. Ibu mulai berkata, "sayang, kau tak perlu mengganti tubuhmu dengan tubuh orang lain agar terlihat dewasa. Kau tahu? Dewasa dimulai dari hatimu."

"Maksud Ibu?" Tanya Nayla tak mengerti.

"Nay sayang, Ibu mau tanya. Di mata Nay, dewasa itu seperti apa?" Tanya Ibu sambil tersenyum.

"Menurutku, dewasa itu seperti Ibu. Bertubuh besar, suaranya lembut, tidak cengeng seperti aku." Kata Nayla.
Ibu mengangkat kepala anaknya dan dihadapkan ke mukanya. "Kalau kamu berpikiran seperti itu, kamu tak akan bisa menjadi dewasa sayang." Nayla mengangkat satu alisnya dan bertanya,"lalu, dewasa itu apa Bu?"
"Dewasa itu adalah disaat kamu mengerti tentang kehidupan. Ketika kamu dihadapkan dalam suatu masalah yang rumit, kamu tidak akan mengambil jalan yang akan berakibat buruk untukmu. Kamu akan berfikir sebelum memutuskan sesuatu. Karena itu, orang dewasa harus tahu mana yang baik atau buruk bagi dirinya dan orang lain. Selain itu, orang dewasa pun harus sabar dalam menghadapi masalah, karena semakin dewasa kita, akan semakin banyak masalah yang datang kepada kita. Karena itu kesabaran itu sangat penting kita punya sebagai orang dewasa."

Nayla manggut-manggut. "Karena itu Ibu tak pernah balik marah kalau Ayah sedang marah-marah dirumah?"

Ibu mengangguk."Kesabaran itu sangat penting, sayang. Karena kalau tidak, hidup kita akan kacau dan masalah tak akan pernah selesai."

"Tapi apa Ibu harus terus bersabar menghadapi Ayah yang marah-marah?" Tanya Nayla. Ibu tersenyum. Ia mengambil teh yang ada di meja taman dan menghirupnya. Kemudian ia melanjutkan,"tentu tidak, sayang. Ibu tahu kalau itu adalah sifat buruk Ayah yang harus dihilangkan. Tapi sebagai orang dewasa, Ibu tidak mau menyadarkan Ayah dengan berterus terang."

"Lalu apa yang Ibu lakukan?"

"Ibu akan mencari waktu yang tepat untuk menyadarkan Ayah, seperti di saat Ayah sedang santai dan tidak terlihat stress. Disaat itu Ibu akan menyeduh teh untuk Ayah dan berkata baik-baik kalau Ayah punya sifat buruk yang harus dihilangkan." 

"Oh, karena itu sekarang Ayah jarang marah-marah lagi ya?"

"Iya sayang. Ayah juga kan orang dewasa, yang dengan senang menerima kritikan orang lain dan menjadikan kritikan itu sebagai motivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik." Ibu kembali tersenyum dan membelai rambut Nayla.

Nayla tersenyum dan manggut-manggut. "Aku mengerti sekarang. Jadi kalau aku ingin menjadi orang dewasa, aku harus lebih bersabar, menerima kritikan orang lain dengan senang, serta lebih menghargai hidup. Ya kan Bu?"

Ibu memencet hidung Nayla dan berkata,"Anak Ibu pintar sekali!"

Nayla berteriak kesakitan dan memegang hidungnya yang bersemu merah. "Ibu jahat. Nay balas, lho!"

Sore itu diakhiri dengan kejar-kejaran antara Nayla dan Ibu di taman depan rumahnya. Hari ini, Nayla dapat pengetahuan dan pelajaran baru. Tentang bagaimana menjadi orang yang lebih baik untuk orang lain, tentang bagaimana menjadi orang "dewasa".

Tidak ada komentar: